Ketika Guru-Guru Indonesia Berhenti Belajar
“Ketika guru berhenti belajar, pendidikan Indonesia sudah selesai.” Membaca kalimat tersebut, seharusnya menjadi pemantik agar guru-guru Indonesia tetap terus belajar.
Buku Konsolidasi Demokrasi dan Kepemimpinan menunjukkan bahwa genderang Reformasi yang berlangsung di Indonesia tidak menjamin kebebasan akan langsung terwujud di Indonesia
Dalam filsafat Plato, kosmologi musik menekankan harmoni yang menyatukan keberagaman kosmos melalui rasio matematis, melalui interval harmonik dan aritmetis
Dalam Collapse, Jared Diamond telah berucap bahwa peradaban paling tangguh sekalipun akan mengalami keruntuhan jika mereka gagal mengambil langkah untuk menghadapi perubahan kondisi geografis
Sejak akhir abad ke-18, Jean-Jacques Rousseau telah berbicara tentang kehendak umum, landasan yang perlu digunakan negara untuk mewujudkan kebaikan bersama seluruh rakyat. Mengapa Indonesia masih sulit, dan bahkan mengikari gagasan filsuf Prancis ini?
Seneca, filsuf era Romawi, telah memberikan resep bagi kita untuk mengendalikan rasa amarah. Meski pendekatannya perlu dilihat secara kritis, How to Keep Your Cool dapat membantu kita melalui masa sulit ini.
Bagi Karl Marx, kaum proletar menjadikan agama sebagai pelarian dari ketidakberdayaan, membayangkan kebahagiaan serta berkah ilahi sebagai penolong. Ini membuat agama tampil sebagai candu, menawarkan hiburan yang menenangkan, menggeser fokus manusia dari realitas material menjadi kondisi masa depan yang nonmateri
Hidup dalam dunia yang memaksa kita untuk memastikan mana yang benar dan salah, statistik tampak menyajikan kebenaran secara terang melalui angka dan grafik. Apakah itu berarti ia tidak dapat berakhir menipu kita?
Kita sering dihadapkan, bahwa teori lebih baik dari praktik, dan praktik lebih penting dari sekadar teori. Dapatkah kita menjembatani keduanya?
Seandainya Sartono Kartodirdjo, sejarawan besar yang pernah dimiliki Indonesia, hidup hingga hari ini, saya ingin ia menjewer telinga para sejarawan yang masih berdiri di menara gading
Kisah bioskop tidak selalu berarti riwayat gedung untuk menonton film layar lebar dari masa ke masa. Seperti yang eksis d Surabaya, ia juga mengisahkan para calo tiket, anak-anak menonton film dewasa, hingga pasangan yang berpacaran